-->
  • Jelajahi

    Copyright © HarianUmmat.com | BERITA ISLAM INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Menu Bawah

    Orang Tua Harus Bijak Dalam Mendidik Anak, Menjadi Anak Pintar

    HarianUmmat.com
    26 Juni 2021, 05:39 WIB Last Updated 2021-06-25T22:39:34Z

    Oleh : Nahrulllah jumadi 

    Pada tulisan saya sebelumnya, yang banyak membahas tentang mendidik anak menjadi anak sholeh/ah, maka pada tulisan saya kali ini saya ingin membahas tentang MENDIDIK ANAK, MENJADI ANAK PINTAR. 

    Pintar yang saya maksudkan disini adalah pintar dalam menempuh jenjang sekolah formal, dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP, SMA, PT Dst, sebab pada kenyataanya pemerintah dan masyarakat sudah sepakat bahwa pintar harus di jalani melalui pendidikan formal, sebagaimana yang umum dipahami oleh mayoritas masyarakat kita saat ini. Walaupun secara hakiki, hadirnya orang pintar tidak mesti mengharuskan adanya sekolah formal. 

    Sebagaimana yang pernah saya sampaikan pada catatan saya sebelumnya, bahwa Setiap orang tua dalam mendidik anak menjadi anak sholeh/ah itu PUNYA MODAL YANG SAMA UNTUK SUKSES. Tapi TIDAK setiap orang tua  PUNYA YANG SAMA dalam mendidik anak, MENJADI ANAK PINTAR. 

    Pertanyaannya yakni, apa kira2 modal yang dibutuhkan untuk mendidik anak menjadi anak pintar ? Kalau boleh menukil pendapatnya Imam syafi’i rahimahunullah, beliau menyampaikan bahwa modal menuntut ilmu atau seorang ingin jadi orang pintar, antara lain : 1. Punya Kecerdasan, 2. Bersunguh-sungguh, 3. Sabar, 4. Punya Biaya, 5. Ada pembimbing, dan 6. Waktu yang lama.

    Maka, untuk mendidik anak menjadi anak pintar, orang tua harus bijak, hal ini ditunjukkan antara lain : 

    1. Orang tua yang tak memiliki modal yang cukup, maka kita tak perlu harus memaksakan diri mendidik anak kita harus menjadi anak pintar, mencukupi diri pada level anak sholeh/ah bisa jadi justru lebih membawa keberkahan bagi orang tua atau anak2 kita nanti. 

    Contoh sederhana yakni, jika kita punya anak yang telah sampai pada level anak sholeh/ah, karena anak kita punya kecerdasan dan kesungguhan untuk terus belajar, kita ingin meningkatkan level anak kita yakni menjadi anak yang tidak hanya sholeh/ah + pintar, tapi tak cukup punya dana. 

    Jika dana yang halal telah diupayakan secara maksimal juga tidak bisa, maka jangan memaksakan diri pinjam dana bank (riba), akhirnya kita terjerat dengan bunga bank. Jangan berpikir, bahwa toh nanti kalau sudah lulus sarjana dan kerja juga bisa membantu menutupi hutang2 riba yang telah kita lakukan. Berpikir saja JANGAN, apalagi BERANI MELAKUKANNYA. 

    Sikap yang tidak bijak sebagaimana gambaran diatas, seringkali diambil orang tua saat ini demi mengangkat level anak kita menjadi anak sholeh/ah + pintar. Lalu pertanyaannya, pintar model apa yang kau cari ? Akhirnya, bangunan mendidik anak sholeh/ah yang telah kita tancapkan rusak dan hidup kita jauh dari hidup yang penuh berkah. 

    Punya segalanya, tapi tak pernah merasa puas. Punya uang yang banyak, tapi dihantui berbagai anggsuran riba. Sibuk mencari uang, tapi hanya untuk menutup anggsuran riba semata, Naudzubillahi min dzalik   

    2. Sebaliknya, jika orang tua yang memiliki modal yang cukup dan anak juga berpontensi naik levelnya menjadi anak sholeh/ah + pintar, maka jangan setengah2 mendidik anakmu menjadi anak pintar. Sebab kepintaran yang dilandasi dengan kesholehan akan memberikan manfaat dan keberkahan hidup bagi ummat, agama, orang tua, keluarga dan dirinya. Untuk bisa menjadi seorang petani yang handal, dokter, insinyur, teknisi dll kita membutuhkan anak2 yang pintar

    Dalam hal ini pun orang tua harus bijak, bahwa kepintaran yang telah diraih tidak boleh menghancurkan bangunan mendidik anak sholeh/ah yang telah ditancapkan sejak masih kecil. Menjadi seorang dokter, tokoh, pejabat, pengusaha sukses, dosen dll, tapi justru amal yaumi seorang muslim/ah tak mampu dipertahankan/dijaganya dengan baik. 

    Akhirnya, orang tua hanya mendapati anaknya sebagai anak yang pintar semata, sedangkan ciri anak sholeh/ah yang selama ini ditanamkan dan melekat pundar entah kemana. 

    Sebagai akhir tulisan, bahwa mendidik anak pintar bagi orang tua itu sah2 saja dilakukan, sepanjang orang tua bisa bijak disaat diri dan anaknya tak punya modal yang cukup dalam mendidik anak menjadi anak pintar. Jangan dirusak dengan hal2 duniawi yang menjadikan hidup kita tidak berkah. 

    Begitu pula, bagi orang tua yang punya modal yang cukup, bahwa dirinya harus bisa memastikan dan menjamin bahwa ciri2 dan bekal menjadi anak2 sholeh/ah TIDAK PUNDAR DAN HILANG begitu saja. 

    APA ARTINYA ANAK PINTAR, JIKA TIDAK SHOLEH/AH ......

    Wallahu 'alam bishowab

    Partner Sindikasi Konten:  MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" (KH PUTRA) & (KH PUTRI) 
    0823 2474 5151 (WA)

    Diterbitkan: HarianUmmat.com
    Editor: Aisha Syifa

    YUK BANTU SHARE ......
    MASIH ADA KUOTA SANTRI KH (PUTRA) & (PUTRI) Lulusan SD/MI - PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA 

    PENDAFTARAN SANTRIWATI BERKARYA (LULUSAN SMA/MA - TIDAK MAMPU)
    INFO SANTRI
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru