-->
  • Jelajahi

    Copyright © HarianUmmat.com | BERITA ISLAM INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Menu Bawah

    Membangun Kesadaran Anak Menjalani Kebiasaan (Amal Yaumi Muslim/ah) Dengan Baik

    HarianUmmat.com
    26 Juni 2021, 05:46 WIB Last Updated 2021-06-25T22:46:34Z

    Oleh : Nahrulllah jumadi 

    Seperti pada tulisan2 saya sebelumnya yang membahas tentang kebiasaan baik anak (Amal yaumi), pada pembahasan kali ini saya ingin membahas pada sisi MEMBANGUN KESADARAN ANAK agar mampu dan bisa menjalani amal yaumi dengan baik. 

    Kenapa, KESADARAN ANAK MENJALANI AMAL YAUMI perlu kita bangun dengan sebaik2 nya ? Paling tidak ada bberapa alasan, antara lain :

    1. Tidak setiap kebiasaan baik itu menjadi bagian dari Amal Yaumi, maknanya bahwa ORANG YANG MELAKUKAN KEBIASAAN BAIK, BELUM TENTU MENJADI BAGIAN DARI AMAL YAUMI MUSLIM/AH, tapi amal yaumi muslim/ah sudah pasti Kebiasaan baik.

    2. AMAL YAUMI ADALAH KEBIASAAN MILIK MUSLIM/AH, sehingga kebiasaan ini harus menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim/ah. Jangan sampai ada orang yang mengaku sebagai seorang muslim/ah, tapi kebiasaan hariannya tak mencerminkan seorang muslim/ah yang baik.
     
    3. Amal yaumi ini adalah ciri khas dari kebiasaan orang2 sholeh dan merupakan bagian dari CIRI KEBIASAAN ANAK SHOLEH/AH. Untuk itu, jika orang tua berharap anaknya menjadi anak sholeh/ah, maka kebiasaan baik ini harus ditanamkan sedini mungkin pada diri anak (Tanpa mengapaikan usia/prilaku anak dan hak2 anak), maka tidak ada cerita nya anak sholeh/ah, tapi tak mampu menjalani amal yaumi muslim/ah dengan baik.
     
    4. AMAL YAUMI MUSLIM/AH ADALAH KUNCI SUKSES MENJALANI HIDUP YANG SESUNGGUHNYA, yang mampu dijalani siapa pun. Untuk bisa menjalani dengan baik, tidak mengharuskan kita pintar dulu atau kaya terlebih dahulu, sebab amal yaumi bagian dari kita untuk mendekatkan diri kita pada Allah Ta’alla

    5. AMAL YAUMI ADALAH LADANG AMAL SHOLEH kita dihadapan Allah Ta’alla, yang diawali dari bangun tidur hingga tidur kembali dengan mendasarkan setiap aktivitasnya atas dasar kesadaran untuk mengharap ridho Allah Ta’alla    

    Itu barangkali beberapa alasan perlunya kita membangun kesadaran pada anak2 kita agar mampu menjalani amal yaumi muslim/ah dengan baik. 

    Pertanyaannya yakni, bagaimana kita membangun kesadaran itu ?

    Dari sekian proses pendidikan anak tentang membangun kebiasaan yang baik, yang paling sulit adalah PROSES MEMBANGUN KESADARAN ANAK.

    Tidak kita pungkiri, bahwa kita sebagai orang tua atau ponpes (yang menjadi mitra orang tua) dalam proses mendidiki anak agar punya kebiasaan yang baik (Amal yaumi), seringkali abai terhadap PROSES MEMBANGUN KESADARAN INI. Karena tuntutan waktu dan banyak materi2 yang masih harus diberikan pada anak selama mondok.

    Akhirnya ditempuhlah jalan pintas agar anak bisa punya kebiasaan yang baik. Ditarget dalam waktu sekian lama anak2 harus mampu menjalani kebiasaan baik selama belajar di ponpes. Yakni dengan cara dipaksa mengikuti rutinitas harian yang telah di buat, Jika mereka melanggar, maka telah disiapkan pula berbagai hukuman2 yang membuat anak jera untuk mengulanginya kembali.

    Mereka beranggapan, bahwa untuk punya kebiasaan yang baik anak harus dipaksa dulu. DARI KETERPAKSAAN INI LAMA2 AKAN MENJADI KEBIASAAN

    Pertanyaannya yakni dari proses pemaksaan dan kemudian menjadi kebiasaan yang baik, apakah ada jaminan KESADARAN ANAK bisa tumbuh dengan baik ? Jika jawabannya bisa, kenapa anak2 yang mampu menjalani rutinitas amal yaumi dengan baik selama di ponpes, tak bisa/mampu menjalani dengan baik saat ada di rumah nya sendiri ? 

    Kenapa banyak alumni yang pada saat mondok dulu, mampu menjalani rutinitasnya amal yaumi dengan baik, tapi saat telah selesai mondok justru banyak yang meninggalkan/tak mampu menjalaninya dengan baik ? Maka, bisa dipahami bahwa membangun kebiasaan baik anak dengan PAKSAAN, tak akan bisa melahirkan KESADARAN PADA ANAK. 

    Terlebih lagi, jika proses membangun kebiasaan ini diserahkan pada orang yang masih muda atau ustadz/ah muda yang baru belajar menjadi pengasuh. Salah sedikit dihukum, melanggar sedikit dihukum dll 

    Lalu dengan cara apa kita MEMBANGUN KESADARAN ANAK agar mampu menjalani kebiasaan baiknya ? Kesadaran itu hanya akan tumbuh dengan NASEHAT, TAULADHAN (CONTOH YANG BAIK), TEGURAN & SANJUNGAN. Dan tidak bisa dilakukan dengan cara Instans, tapi perlu proses yang panjang. 

    Saat ada di KH, maka yang bertanggung jawab memberikan NASEHAT, TAULADHAN (CONTOH YANG BAIK), TEGURAN & SANJUNGAN adalah pengasuh (Mitra orang tua/wali dalam mendidik anak) dan pada saat ada di rumah, maka orang tua harus mampu memberikan NASEHAT, TAULADHAN (CONTOH YANG BAIK), TEGURAN & SANJUNGAN pada anak.  

    Wallahu 'alam bishowab

    Partner Sindikasi Konten:  MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" (KH PUTRA) & (KH PUTRI) 
    0823 2474 5151 (WA)

    Diterbitkan: HarianUmmat.com
    Editor: Aisha Syifa

    YUK BANTU SHARE ......
    MASIH ADA KUOTA SANTRI KH (PUTRA) & (PUTRI) Lulusan SD/MI - PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA 

    PENDAFTARAN SANTRIWATI BERKARYA (LULUSAN SMA/MA - TIDAK MAMPU)
    INFO SANTRI
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru