-->
  • Jelajahi

    Copyright © HarianUmmat.com | BERITA ISLAM INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Jangan Menjadi Sosok Orang Yang 'Bodoh' Dalam Mendidik Anak

    HarianUmmat.com
    , Sabtu, Juni 26, 2021 WIB Last Updated 2021-06-25T22:53:23Z

    Oleh : Nahrulllah jumadi 

    Anak adalah amanah yang diberikan oleh Allah Ta’alla. Amanah yang diemban oleh setiap orang tua  agar mereka mampu mendidiknya menjadi pribadi yang taat pada Allah Ta’alla (Pribadi yang sholeh/ah). Amanah anak ini pada akhirnya akan dimintai pertangungjawab oleh Allah Ta’alla. Kita termasuk yang sukses mengemban amanah atau justru sebaliknya. 

    Anak adalah ladang amal jariyah abadi, tetapi bukan berarti mereka yang tak diamanahi anak tak mampu menggapai amal jariyah ? Sebab mereka masih punya peluang yang sama sebagaimana orang tua yang dikaruniai anak2, peluang itu yakni ILMU YANG BERMANFAAT dan SHODAQOH JARIYAH. 

    Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim)

    Pada kenyataannya tidak setiap orang tua yang diamanahi anak, mampu menjadikan anak2 sebagai ladang amal jariyahnya, tapi justru banyak orang tua yang terlena/terberdaya dengan anak2 nya dan pada akhirnya menjadi orang tua yang gagal. 

    Kegagalan ini bukan tanpa sebab dan sebab utamanya yakni TAK BISA MENDIDIK ANAK MENJADI ANAK SHOLEH/AH. Dan tak bisa mendidik anak disebabkan ENGGAN BELAJAR DAN BERUBAH DEMI KEBAIKAN ANAK2 KITA (Sebagaimana catatan saya sebelumnya ......) 

    Ironis memang, jika sampai saat ini kita yang telah sekian lama menjadi orang tua tak mempu mendidik anak2 kita sendiri .........Padahal sekian lama kita menjalani hidup bersama anak2 kita,  telah banyak yang bisa kita raih di dunia ini...... 

    Kita dulunya tidak punya gelar hebat,  sekarang telah kita dapatkan, kita dulu tak punya apa2, sekarang kita mampu beli apa2 kita dulunya orang yang biasa saja, sekarang kita adalah sosok yang sangat luar biasa. Bisnis kita yang dulu hanya kecil2an sekarang sudah besar dan punya cabang dimana2.  Wah pokoknya sip deh, Melejit dengan sangat cepat dan luar biasa 

    Tapi sayangnya, ILMU DAN PEMAHAMAN KITA MENDIDIK ANAK TAK PERNAH ADA KEMAJUAN SAMA SEKALI, BAHKAN MELEJIT SAJA TIDAK. .KALAU DIAM DITEMPAT MUNGKIN IYA. Akhirnya pola pendidikan anak yang kita terapkan pada anak2 kita cenderung membosankan dan tak berkualitas

    Untuk itu sudah seharusnya setiap orang tua punya ilmu yang cukup dalam mendidik anak2 kita saat ini. Dan untuk mendapatkan ilmu dan pemahaman yang benar tentang pendidikan anak2 kita, yakni mendidik anak sholeh/ah, kita tidak perlu jauh2 mencari berbagai sumber literatur mana pun. Sebab sumber literatur itu sejatinya nya telah ada dan menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim/ah. Sumber literatur itu ada pada MENDIDIK ANAK MENEGAKKAN SHOLAT. 

    Jika kita mampu mendidik anak menegakkan sholat dengan baik, maka sesungguhnya kita adalah orang tua yang hebat, tapi jika kita tak mampu mendidik sholat anak2 kita dengan baik, maka ketahuilah sesungguhnya kita sejatinya adalah ORANG TUA YANG “BODOH” MENDIDIK ANAK 

    JANGAN MENJADI SOSOK ORANG TUA YANG “BODOH” DALAM MENDIDIK ANAK.

    Orang tua yang bodoh adalah orang tua yang tak mampu mendidik anaknya agar mampu menegakkan sholat dengan baik. Mendidik anak bisa menegakkan sholat dengan baik, tidak mengharuskan orang tua pintar, kaya, punya jabatan dll. Orang tua yang punya pendidikan rendah pun mampu, orang tua yang miskin dan hidup pas2 pun juga mampu. 

    Maka jika ada orang tua yang berpendidikan, kaya dan punya pengaruh di masyarakat mampu mendidik anaknya menegakkan sholat dengan baik, tentu hasilnya akan sangat luar biasa, tp ada pula orang tua, .. pintar saja kagak, apalagi kaya justru tak mampu mendidik anak menegakkan sholat dengan baik . Ironis, sudah susah hidup di dunia ditambah dengan gagal menjadi orang tua yang hebat bagi2 anak2 nya   

    SHOLAT adalah inti dari Amal yaumi anak2 sholeh/ah, untuk bisa mendidik anak bisa menegakkan sholat dengan baik tak perlu ada sekolah. Sebagaimana orang tua saat mendidik anak sholeh/ah tidak perlu mengharuskan punya ijazah dan syarat2 khusus. Pernyataannya Kenapa ? 

    Karena mendidik anak sholeh/ah adalah tugas pokok orang tua di dunia. Dan yang memberi tugas adalah langsung Allah Ta’alla. Kalau Allah Ta’alla sudah memberi tugas, maka syarat dan cara nya pun akan mudah dijalani oleh setiap orang tua. Beda dengan mendidik anak baik atau pintar (........sebagaimana dalam catatan sebelumnya ) 

    Seringkali kita beranggapan bahwa mendidik anak sholeh/ah itu sulit dilakukan. Kenapa sulit ? Sebab seringkali kita ingin anak kita tampil menjadi anak2 yang sempurna, punya kemampuan multi talenta , sholeh/ah + hafal Qur’an 30 Juz + Pintar pelajaran + Berkembang bakatnya + semua berkumpul menjadi satu dalam bentuk kurikulum yang harus diberikan pada anak. Tak jarang usia dan prilaku anak serta hak2 anak saat menjalani proses pendidikan tidak masuk dalam pertimbangan.

    Akhirnya justru pokoknya kita abaikan dan dasar2 anak2 berkarakter kita lupakan, padahal karakter anak itu hanya akan mampu di didik jika anak dikenalkan dengan kehidupan dan waktunya pun sangat singkat.  Mumpung anak2 kita masih kecil, maka raih dulu pokoknya dengan maksimal dan perjuangan. Jangan kehilangan momentum, sebab kesempatan membina anak2 kita berkarakter itu tidak akan datang ke dua kalinya

    JANGAN MENJADI SOSOK ORANG TUA YANG “BODOH” DALAM MENDIDIK ANAK, YAKNI ORANG TUA YANG TAK MAMPU MENDIDIK ANAK MENEGAKKAN SHOLAT DENGAN BAIK

    Mendidik anak mampu menegakkan sholat dengan baik itu ada ilmunya. Kenapa orang2 sholeh terdahulu saat mereka kecil sudah mampu menegakkan sholat dengan baik, sedangkan kita tidak ? Dan kenapa orang2 dulu dengan penuh kesadaran mampu menjalankan sholat dengan senang hati ? sedangkan kita sampai saat ini menjalankan sholat saja masih harus dipaksa ? Ada yang telah tumbuh remaja sampai dewasa sholat saja tak ditunaikan/dijalankan dengan baik, bahkan kita yang telah jadi orang tua saja, untuk urusan sholat masih belum tegak dengan baik.

    Pertanyaannya kenapa ? Apakah yang salah perintah sholatnya ? Tidak, tidak ada yang salah dari perintah sholat yang diwajibkan Allah Ta’alla pada kita, tapi yang salah adalah PROSES PENDIDIKAN MENEGAKKAN SHOLAT YANG DIBERIKAN PADA KITA DAN ANAK2 KITA SELAMA INI.

    PERINTAH MENGERJAKAN SHOLAT bukan KEWAJIBAN BIASA SAJA, tapi kewajiban yang membutuhkan adanya PROSES PENDIDIKAN. Namanya proses pendidikan tentu mengharuskan adanya perangkat2 pendidikan, antara lain : 

    1. PESERTA DIDIK : (anak2 kita) 
    2. PENGAJAR YANG HANDAL : (Kita sebagai orang tua)
    3. PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK : (Usia/prilaku dan hak2 anak)  
    4. MATERI : (Terori dan praktek sholat) 
    5. METODELOGI PENGAJARAN : (Nasehat, Teguran, Tauladhan dan Sanjungan) 
    6. TAHAPAN PENDIDIKAN : (Pengenalan, ajakan, teguran dan hukuman) 
    7. TUJUAN : Mengharap ridho Allah Ta’alla  
    8. TARGET PENDIDIKAN : (Anak dengan penuh kesadaran mampu menegakkan sholat dengan baik, tanpa tekanan, ancaman dan hukuman)   
    Dari Amr Bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: "Rasulullah SAW bersabda: "Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena tinggal sholat sedang mereka berusia 10 tahun dan pisahkan antara mereka di tempat tidurnya."
    Dari hadits diatas bisa kita pahami, kenapa perintah melaksanakan sholat ada pada usia 7 tahun ? dan boleh dipukul ketika usia 10 tahun ? Kenapa tidak usia 5 atau 6 tahun saja ? Kan semakin cepat akan semakin baik ? Di sini proses pendidikan itu penting, bahwa syariat yang Allah Ta’alla turunkan itu tidak akan pernah bertentangan atau mengabaikan usia/prilaku dan hak2 seorang anak.

    Maka jika ada orang tua yang menyuruh anak2 untuk sholat dengan baik, dihukum, di seret2 dll, padahal anak masih kecil (dibawah 10 tahun), maka sejatinya orang tua itu hanya punya semangat saja, tapi “bodoh” dalam mendidik anaknya sholat.

    Jika kita punya ilmu dan paham bagaimana mendidik anak sholat dengan baik, Insya Allah kita tidak akan pernah bisa menghukum anak dengan pukulan. Sebab mereka InsyA Allah sudah akan mampu menegakkan sholat dengan baik sebelum usia 10 tahun.

    JANGAN MENJADI SOSOK ORANG TUA YANG “BODOH” DALAM MENDIDIK ANAK, YAKNI ORANG TUA YANG TAK MAMPU MENDIDIK ANAK MENEGAKKAN SHOLAT DENGAN BAIK ......
    JANGAN MENJADI SOSOK ORANG TUA YANG “BODOH” DALAM MENDIDIK ANAK, YAKNI ORANG TUA BISA MENJALANKAN SHOLAT DENGAN BAIK,  TAPI TAK MAMPU ISTRI & ANAKNYA SHOLAT DENGAN BAIK ......

    JANGAN MENJADI SOSOK ORANG TUA YANG “BODOH” DALAM MENDIDIK ANAK, YAKNI ORANG TUA YANG TAK SHOLAT, TAPI NYURUH ANAKNYA SHOLAT DENGAN BAIK  ......    

    Wallahu 'alam bishowab

    Partner Sindikasi Konten:  MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" (KH PUTRA) & (KH PUTRI) 
    0823 2474 5151 (WA)

    Diterbitkan: HarianUmmat.com
    Editor: Aisha Syifa

    YUK BANTU SHARE ......
    MASIH ADA KUOTA SANTRI KH (PUTRA) & (PUTRI) Lulusan SD/MI - PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA 

    PENDAFTARAN SANTRIWATI BERKARYA (LULUSAN SMA/MA - TIDAK MAMPU)
    INFO SANTRI

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU