-->
  • Jelajahi

    Copyright © HarianUmmat.com | BERITA ISLAM INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Menu Bawah

    Hidup Berkah Bersama Anak

    HarianUmmat.com
    05 Maret 2021, 05:13 WIB Last Updated 2021-03-04T22:13:16Z
    Hidup Berkah Bersama Anak


    Oleh : Nashrullah Jumadi          

    Apa yang kita cari sih di dunia ini ?
     
    Jika pertanyaan diatas di sampaikan pada kita selaku orang tua, saya yakin kita belum tentu kita mampu menjawabnya dengan tepat. Sebab banyak pula dari kita yang tak mengerti arti hidup yang sesungguhnya. Seakan2 hidup hanya sekedar bangun tidur sampai tidur kembali. Hidup tanpa tujuan, akhirnya hidup menjadi hampa dan hanya mengejar dunia semata. Naudzubillahi min dzalik. 

    Begitu pula dengan kehidupan kita bersama anak2 kita saat ini, kita mau mencari apa ? Harta dunia yang hanya fana, Gelar akademik, jabatan yang hanya sesaat atau apa ? Mari kita renungkan bersama2, sejatinya KEBERSAMAAN KITA BERSAMA ANAK2 KITA SAAT INI apa sih yang ingin kita raih ? 

    Bagi orang tua yang tak punya prinsip2 Islam yang benar dan jauh dari nilai2 Islam, keberadaan anak ada pada 2 kondisi :

    1.  ANAK DIANGGAP SEBAGAI BEBAN ORANG TUA, sehingga orang tua merasa repot dan terbebani dengan anak.  

    2.  ANAK SEBAGAI ALAT bagi orang tua agar mampu meneruskan harapan, cita2 dan keinginan orang tua yang belum di raihnya. Walaupun orang tua seringkali berargumentasi bahwa semua itu demi masa depan anak2 nya.   

    Seringkali ke 2 hal diatas menjadi bagian dari pemahaman para orang tua saat ini. Kalau tidak dianggap sebagai “beban”, maka anak akan “diperalat” orang tua. 

    Akhirnya Allah Ta’alla menjauhkan diri dan keluarga kita dari hidup yang penuh berkah. 

    Maka jika hari ini, dengan hadirnya anak kok kehidupan kita terkesan jauh dari keberkahan, bisa jadi “anggapan anak jadi beban” atau “memperalat anak” masih menjadi bagian dari hidup kita tanpa kita sadari. 

    Sebagai orang tua muslim/ah tentu kita harus punya landasan yang benar ketika Allah Ta’alla mengamanahkan/menitipkan anak pada kita, yakni HIDUP BERKAH BERSAMA ANAK.

    HIDUP BERKAH BERSAMA ANAK itulah tujuan yang harus kita raih dalam mendidik anak. Sehingga tidak hanya sekedar memberi makan, pakaian, mendidik/menyekolahkan anak saja. Setiap orang tua harus cermat dan hati2 dalam mendidik anak2 kita, agar kita mampu menggapai hidup yang penuh berkah. Apa artinya sukses di dunia jika hidup kita tak berkah. 

    HIDUP BERKAH BERSAMA ANAK ....Ya, tema ini saya sampaikan pada catatan saya kali ini, pasalnya banyak para orang tua (mungkin kita salah satunya ...) tak mempedulikan pentingnya hidup berkah bersama anak. 

    Menggapai hidup berkah bersama anak itu tidak jauh beda dengan mendidik anak sholeh/ah. 

    Kalau mendidik anak sholeh/ah, setiap orang tua mampu mendidik anaknya. Setiap orang tua pun sejatinya mampu menggapai hidup berkah bersama anak. 

    Kenapa ? Sebab standart HIDUP BERKAH yang membuat bukan seorang presiden atau seorang yang paling kaya di dunia ini, tapi Allah Ta’alla. Karena Allah Ta’alla yang membuat standartnya, maka sudah pasti setiap manusia mampu untuk meraihnya. Tidak memandang kaya/miskin, pintar/bodoh, kaum bangsawan/jelata, punya jabatan/tidak. 

    Untuk itu, setiap orang tua, tanpa kecuali harus mampu menggapai HIDUP BERKAH BERSAMA ANAK. Jika tak mampu meraihnya, kemungkinan ada yang salah dari prinsip/pemahaman kita terhadap keberadaan anak ditengah2 kita. Kemungkinan nya hanya ada 2 yakni “anggapan anak jadi beban” atau “memperalat anak”

    Salah satu gambaran reil hidup yang tak berkah yakni MENDIDIK ANAK2 KITA MENUJU LEVEL ANAK PINTAR, tapi orang tua menggunakan dana pinjaman bank (riba). Mendidik anak pintar, tapi menggunakan dana riba. Pintar nya belum pasti .....Suksesnya juga belum tentu .....Tapi dosa dan hilangnya keberkahan bersama anak SUDAH PASTI. 

    Ya, mendidik anak dengan dana2 riba seringkali ditempuh oleh kebanyakkan orang tua saat ini. Hanya ingin anaknya bisa sukses dan lebih lebat dari dirinya, biar anak kita bisa setara dengan anak teman2 kita yang lain. Biar kita bisa dikatakan sebagai orang tua yang sukses mendidik anak. 

    Orang tua tidak peduli lagi dengan dosa riba, hanya untuk mendidik anak menjadi level anak pintar (.....baca CATATAN 42 : ORANG TUA HARUS BIJAK DALAM MENDIDIK ANAK, MENJADI ANAK PINTAR ).

    Maka orang tua yang sudah terjebak mendidik anak dengan dana2 riba, BIASANYA AKAN SANGAT SULIT UNTUK SEKEDAR MENYADARI KESALAHANNYA, apalagi yang mampu bertaubat dan menjauhinya, kecuali yang dirahmati Allah Ta’alla.

    Salah satu indikasi bahwa hidup kita tidak berkah bersama dengan anak dan lebih condong pada dunia, yakni ketika kita mendidik anak dengan dana2 riba. Naudzubiullahi min dzalik.

    Wallahu 'alam bishowab

    Partner Sindikasi Konten:  MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" (KH PUTRA) & (KH PUTRI) 
    0823 2474 5151 (WA)

    Diterbitkan: HarianUmmat.com
    Editor: Aisha Syifa

    YUK BANTU SHARE ......
    MASIH ADA KUOTA SANTRI KH (PUTRA) & (PUTRI) Lulusan SD/MI - PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA 

    PENDAFTARAN SANTRIWATI BERKARYA (LULUSAN SMA/MA - TIDAK MAMPU)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru