-->
  • Jelajahi

    Copyright © HarianUmmat.com | All About Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Menu Bawah

    Orang Terkaya di Indonesia Saat Ini, Menkeu Sebut Bukan Bos Djarum

    Harian Ummat
    18 Februari 2021, 06:44 WIB Last Updated 2021-02-17T23:44:42Z
    Orang Terkaya di Indonesia Saat Ini, Menkeu Sebut Bukan Bos Djarum

    HARIAN UMMAT ■ Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut orang terkaya di Indonesia saat ini ternyata bukan pemilik Djarum.

    Ia mengatakan ada orang yang paling kaya dan ternyata orang tersebut ada di Kementerian Keuangan.

    Ia adalah Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata.

    Hal ini disampaikan Sri Mulyani sambil bergurau dalam penyambutan 1.521 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru Kementerian Keuangan secara virtual.

    Berawal dari Sri Mulyani memperkenalkan jajaran eselon satu dan tugas yang akan dilakukan masing-masing unit tersebut.

    "Nah ini pak Isa (Dirjen DJKN) orang paling kaya di seluruh Indonesia," ujarnya, Rabu 17 Februari 2021.

    Ia menjelaskan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) adalah unit Kementerian Keuangan yang mengelola seluruh aset yang dimiliki Pemerintah. Sehingga Isa sebagai pimpinannya dianggap paling kaya.

    Bagaimana tidak, aset yang dikelola Isa mencapai Rp 6.000 triliun yang tercatat sebagai Barang Milik Negara dan Rp 2.400 triliun tercatat sebagai kekayaan negara yang dipisahkan.

    "Itu yang kita kelola dan itu didapat dari uang pajak, uang Bea Cukai, uang PNBP dan juga utang," jelasnya.

    Perlu diketahui pada tahun ini ada sebanyak 1.512 PNS baru yang akan masuk di lingkungan Kementerian Keuangan, yakni:

    16 orang ditempatkan di Sekretariat Jenderal (Sekjen)

    20 di Direktorat Jenderal Anggaran (DJA)

    525 di Direktorat Jenderal Pajak (DJP)

    327 di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

    512 di Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (JDPN)

    83 di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)

    2 di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK)

    9 orang di DJPPR

    11 orang di Inspektorat Jenderal

    11 orang di Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru

    loading...