-->
  • Jelajahi

    Copyright © HarianUmmat.com | BERITA ISLAM INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sudah Ikhlaskah Kita Mendidik Anak-anak Kita Saat Ini ?

    HarianUmmat.com
    , Jumat, Juni 18, 2021 WIB Last Updated 2021-06-18T00:11:33Z

    Oleh : Nashrullah Jumadi 
     
    Jika kita ikhlas mendidik anak2 kita selama ini, kenapa ketika anak2 kita punya nilai jelek di sekolah/pesantren kita marah2 ? Ketika mereka tahfizh Qur’an nya ngak nambah2 kita omelin terus menerus ? Kenapa ketika anak salah sedikit saja, kita pun segan2 memukul dan mempermalukan anak2 kita ? Belum lagi ketika anak kita melakukan kesalahan, kita pun terkadang tega melontarkan kata2 kasar pada anak2 kita.  Jauh dari sifat kasih sayang sebagai orang tua pada seorang anak.

    Padahal kesalahan yang dilakukan adalah kesalahan yang sederhana saja, hanya karena anak di suruh beli belanja keliru sedikit orang tua marah2, padahal selama ini anak juga sudah biasa di suruh2 dan mampu menunaikan dengan baik. Nggak bisa mengerjakan PR marah2.  Ya, bawaannya marah melulu, galau, sumpek, mengeluh, merasa direpotin ketika bersama dengan anak2 kita,  Jauh dari sifat pemaaf, jauh dari sifat tegar dan semangat dll 

    Tetapi ketika anak tidak mengerjakan sholat lima waktu, orang tua biasa2 saja, Ketika anak main HP seharian orang tua tak berani menegur, sebab takut direpotkan dan diganggu anak, Anak begadang malam2 tanpa alasan yang jelas, orang tua pun membiarkannya. Anak tidak menjalankan tugas membantu orang tua, orang tua pun diam saja     

    Ya, Jujur kita akui, bahwa kualitas kita sebagai orang tua dalam mendidik anak2 kita masih sangat rendah sekali, hal ini ditandai sifat marah2 masih kita kedepankan, kata2 kasar masih mudah kita lontarkan, pukulan dan berbagai hukuman masih kita gunakan sebagai senjata kita menundukkan anak2 kita.

    Kita ingin mendidik anak sholeh/ah, tapi pada kenyataannya orang tua tidak menunjukkan perilaku yang baik, semangat, tidak mudah mengeluh, rajin dan lain sebagainya dihadapan anak2 kita ? Ternyata kita pun masih tergolong orang tua yang masih butuh bimbingan juga. 

    Pertanyaannya yakni, kenapa anak yang menjadi bagian kita untuk mendulang amal jariyah sebanyak2 nya di dunia ini tak mampu kita gunakan kesempatan ini dengan baik ? Padahal keberadaan anak2 kita adalah ladang yang paling mudah dan gampang untuk meraih Surga Nya Allah Ta’alla ? Mudah, dekat dengan kita, gampang dan tidak perlu harus kaya dan pintar. 

    Untuk menjawab pertanyaan diatas, bisa jadi jawabannya adalah : KITA SELAMA INI BELUM IKHLAS MENDIDIK ANAK2 KITA SAAT INI, sebab orientasi dunia masih melekat dalam diri kita sebagai orang tua. Kita mendidik, biar nanti kita bisa mendapatkan ganti atas jerih payah kita selama ini mendidik mereka ketika kecil, Jika anak sukses, kita pun juga ingin bisa menikmati kesuksesan anak di dunia.  Anak jadi kebanggan orang tua di dunia dengan merendahkan orang lain, yang barangkali punya anak tidak sebagaimana anaknya

    Akhirnya orang tua sibuk, serius dan sangat fokus berjuang agar anak2 mereka menjadi anak2 pintar agar mendapatkan gelar akademik yang hebat. Kemudian dengan gelar itu bisa mendapatkan pekerjaan/jabatan yang hebat pula, setelah itu tentu akan mendapatkan gaji yang banyak, dengan gaji yang banyak akan mudah memiliki segalanya, baik rumah yang megah, mobil mewah dan lain sebagainya.

    Jika kemewahan itu tak mampu didapatkannya dengan gaji nya yang ada saat ini, mereka pun rela pinjam Bank agar bisa hidup secara “layak” sebagaimana lainnya. Ujung2 nya adalah dunia semata, yang jauh dari hidup yang penuh berkah, Naudzubillahi min dzalik 

    Mayoritas kita sebagai orang tua seringkali lupa dengan tugas pokoknya,  yakni MENDIDIK ANAK2 KITA MENJADI ANAK YANG SHOLEH/AH. Dan modal pokok orang tua mendidik anaknya menjadi anak sholeh/ah adalah KEIKHLASAN ORANG TUA nya. 

    Orang tua yang ikhlas mendidik anak mereka punya beberapa pondasi penting, yakni :

    1. Bahwa orang tua yang ikhlas mendidik anak2 mereka mendasarkan setiap langkahnya HANYA BERHARAP RIDHO ALLAH TA’ALLA, dia tidak berharap selain pada Allah Ta’lla, termasuk tidak berharap apapun pada anak2 mereka yang selama ini di didiknya. 

    Jika anakmu sholeh/ah, maka mereka tidak akan menelantarkamu dan akan bakti pada orang tuannya, bakti mereka pun bukan atas dasar balas budi pada orang tua, tapi mengharap ridho Allah Ta’alla. Indah betul,  jika ada orang tua dan anak sama2 mendasarkan setiap amalannya atas ridho Allah Ta’alla 

    2. Mereka para orang tua yang ikhlas harus memahami,  bahwa ikhlas harus berada dalam 2 kondisi yakni SYUKUR dan SABAR. Ketika kita dihadapkan dengan kondisi anak2 sebagaimana yang kita harapkan, maka bersyukurlah, segitu pula sebaliknya kita harus mampu bersabar. 

    Syukur dan  Sabar adalah 2 kondisi yang harus dimiliki seorang tua muslim dalam mendidik anak2 kita saat ini. Sebab Syukur dan Sabar adalah bentuk nyata dari KEIKHLASAN ORANG TUA dalam mendidik anak2 mereka selama ini 

    3. Orang tua fokus dan berusaha secara maksimal mendidik anak2 mereka menjadi anak2 yang sholeh/ah terlebih dahulu (Punya Prinsip Islam yang benar, Beradab dan berakhlaq, Insya Allah pada catatan berikutnya akan kita bahas) baru kemudian raih lainnya 

    Ke 3 hal di atas adalah pondasi yang penting bagi orang tua untuk selalu IKHLAS dalam mendidik anak2 mereka, sebab KEIKHLASAN ORANG TUA ADALAH MODAL untuk mendidik anak2 kita menjadi anak yang sholeh/ah. 

    Setelah anakmu sampai pada Tingkatan menjadi Anak2 sholeh/ah, berarti kita telah sukses menjadi orang tua di hadapan Allah Ta’alla, Setelah itu, kejarlah bonusnya.

    Menjadi seorang penghafal Qur’an, menjadi pengusaha sukses, menjadi tokoh masyarakat, menjadi pengajar, menjadi pedangan, menjadi petani, dokter, sopir dll adalah bonus semata. Ya, namanya juga bonus ada yang dapat dengan sempurna, ada yang dapat sedikit,  bahkan ada yang tak mendapatkan apapun. 

    Yang penting kita sebagai orang tua harus mendapatkan pokoknya yakni MENDIDIK ANAK MENJADI ANAK SHOLEH/AH, SEBAB ITU ADALAH TUGAS POKOK KITA SEBAGAI ORANG TUA.

    Wallahu 'alam bishowab

    Partner Sindikasi Konten:  MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" (KH PUTRA) & (KH PUTRI) 
    0823 2474 5151 (WA)

    Diterbitkan: HarianUmmat.com
    Editor: Aisha Syifa

    YUK BANTU SHARE ......
    MASIH ADA KUOTA SANTRI KH (PUTRA) & (PUTRI) Lulusan SD/MI - PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA 

    PENDAFTARAN SANTRIWATI BERKARYA (LULUSAN SMA/MA - TIDAK MAMPU)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU