-->
  • Jelajahi

    Copyright © HarianUmmat.com | BERITA ISLAM INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    PP Muhammadiyah Curiga Bom Bunuh Diri di Makassar Bentuk Adu Domba

    HarianUmmat.com
    , Senin, Maret 29, 2021 WIB Last Updated 2021-03-29T05:19:08Z
    PP Muhammadiyah Curiga Bom Bunuh Diri di Makassar Bentuk Adu Domba

    HARIAN UMMAT ■ Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah , Haedar Nashir meminta agar seluruh pihak tidak mengaitkan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, dengan agama apapun.

    Dia menduga aksi bom bunuh diri itu justru adalah bentuk adu domba.

    "Meski terjadi di depan rumah ibadah, jangan serta-merta mengaitkan tindakan bom tersebut sebagai terhubung dengan agama dan golongan umat beragama tertentu," kata Haedar Nashir melalui pesan singkatnya, Minggu (28/3/2022).

    "Boleh jadi tindakan bom bunuh diri tersebut merupakan bentuk adu domba, memancing di air keruh, dan wujud dari perbuatan teror yang tidak bertemali dengan aspek keagamaan," imbuhnya.

    Ditegaskan Haedar, Muhammadiyah mengecam keras aksi peledakan bom di depan Gereja Katedral, Makassar, tersebut.

    Dia meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas insiden keji tersebut.

    "Segala bentuk kekerasan yang menimbulkan ketakutan, kekacauan, serta mengancam dan mengorbankan nyawa manusia, apapun motif dan tujuannya serta oleh siapa pun pelakunya sangatlah biadab yang harus diusut tuntas," tuturnya.

    Haedar juga berharap agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Dia meminta agar aksi bom bunuh diri itu diserahkan ke aparat penegak hukum untuk diungkap.

    "Semua pihak harus tenang, waspada, dan seksama menyikapinya, serta mempercayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengungkap tindakan anarkis tersebut," katanya.

    Sekadar informasi, ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri terjadi di lingkungan atau tepatnya di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 10.30 WIB. Belum diketahui motifnya. Namun, pelaku diduga berjumlah dua orang. (sumber: Law Justice)



    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU