-->
  • Jelajahi

    Copyright © HarianUmmat.com | All About Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Menu Bawah

    Natalius Pigai: Masih Pantaskah Seorang Hakim Disebut Yang Mulia, Jika Tidak Memberikan Keadilan Bagi HRS?

    HarianUmmat.com
    21 Maret 2021, 21:25 WIB Last Updated 2021-03-21T14:25:37Z
    Natalius Pigai: Masih Pantaskah Seorang Hakim Disebut Yang Mulia, Jika Tidak Memberikan Keadilan Bagi HRS?

    HARIAN UMMAT ■  Baru-baru ini, Natalius Pigai turut menanggapi terkait polemik sidang Habib Rizieq Shihab (HRS).

    Melalui akun Twitter pribadinya, Natalius Pigai mengatakan soal pandangannya terkait adanya perlakuan tidak adil oleh aparat penegak hukum kepada terdakwa Habib Rizieq Shihab.

    Natalius Pigai menyoroti sikap Majelis Hakim yang menolak permintaan Habib Rizieq Shihab untuk hadir dalam persidangan dan mengikuti sidang secara offline.

    Atas perlakuan tidak adil tersebut, Natalius Pigai lantas menyebut bahwa memperlakukan terdakwa secara tidak adil akan berakhir pada keputusan yang tidak adil pula.

    "Memperlakukan terdakwa secara tidak adil (injustice) akan berakhir pada keputusan yang tidak adil," ujar Natalius Pigai dikutip dari akun Twitter @NataliusPigai2 pada Sabtu 20 Maret 2021.

    Lebih jauh, Natalius Pigai juga berpendapat bahwa yang paling mulia di dunia ini adalah keadilan.

    Ia lantas mempertanyakan apakah masih pantas seorang Hakim disebut Yang Mulia, jika tidak memberikan keadilan bagi Habib Rizieq sebagai terdakwa.

    "Yang paling mulia di dunia ini adalah keadilan. Pantaskah Hakim disebut Yang Mulia jika tidak memberi keadilan bagi terdakwa?," ujar Natalius Pigai.

    Sebelumnya, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Jumat, 19 Maret 2021 kemarin, Habib Rizieq menyatakan bahwa dirinya tidak bersedia melakukan sidang secara online.

    Adapun alasan Habib Rizieq ingin hadir dipersidangan lantaran sidang tersebut sangat menentukan nasibnya yang telah ditahan selama tiga bulan lamanya.

    Tak hanya itu, Habib Rizieq Shihab juga meminta haknya untuk memiliki kebebasan hadir di ruang sidang.

    "Saya sebagai terdakwa tidak bersedia disidang secara online. Maaf, beribu maaf, karena ini menyangkut nasib saya," kata Habib Rizieq.

    "Saya sudah tiga bulan dipenjara, saya ingin pengadilan ini berjalan secara fair dan saya mendapatkan hak saya dalam kebebasan untuk hadir di ruang sidang," sambungnya.

    Dalam pernyataannya, Habib Rizieq juga lantas mempertanyakan soal alasan kenapa dirinya yang hanya seorang diri terus dihalang-halangi untuk hadir di persidangan dengan alasan protokol kesehatan.

    Sedangkan, jaksa dan penuntut umum yang lebih banyak justru hadir dan diizinkan untuk hadir di ruang sidang.

    "Kalau jaksa dan penuntut umum beramai-ramai jumlahnya lebih dari dua puluh orang bisa hadir di ruang sidang, kenapa saya seorang diri harus dihalang-halangi untuk hadir di ruang sidang?," ujar habib Rizieq.

    Oleh sebab itu, Habib Rizieq memohon pada Majelis Hakim agar dirinya dihadirkan di ruang sidang, dan berkomitmen untuk mengikuti serangkaian proses persidangan hingga keluarnya vonis hukuman.

    "Saya tetap memohon untuk bisa dihadirkan di ruang sidang, dari awal sidang sampai akhir keputusan nanti," kata Habib Rizieq.

    Namun sayang, permintaan Habib Rizieq tersebut tetap ditolak oleh Majelis Hakim karena dinilai akan memancing kerumunan dan kembali melanggar protokol kesehatan Covid-19.

    Karena penolakan tersebut, Habib Rizieq akhirnya melakukan walk out dan meminta Majelis Hakim melanjutkan sidang tanpa kehadirannya, dan mengatakan bahwa ia ikhlas dan ridha terhadap vonis yang ditetapkan Majelis Hakim padanya. 


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru