-->
  • Jelajahi

    Copyright © HarianUmmat.com | BERITA ISLAM INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Menu Bawah

    Menkes Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas, Kebutuhan Bed Rumah Sakit Tembus 42 Ribu

    HarianUmmat.com
    28 Januari 2021, 17:36 WIB Last Updated 2021-01-28T10:36:38Z
    Menkes Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas, Kebutuhan Bed Rumah Sakit Tembus 42 Ribu

    HARIAN UMMAT ■ Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan bed rumah sakit di Indonesia untuk pasien Covid-19 saat ini menyentuh angka 42 ribu. Jumlah tersebut naik hingga tiga kali lipat dibandingkan kebutuhan pada bulan November tahun 2020 lalu.

    Kepada wartawan di Kepatihan, Kamis (28/1/2021), Budi mengatakan jumlah kasus aktif Covid Indonesia lebih dari 140 ribu dengan total kasus sejak awal pandemik mencapai lebih dari 1 juta. 

    Menurut dia, 30 persen dari total kasus aktif membutuhkan perawatan di rumah sakit dan 5 persen di antaranya harus mengakses ruang ICU.

    “Rumah sakit itu di ujung, kalau kasus aktif naik terus maka tidak akan pernah cukup. Yang harus ditahan kasus aktifnya, caranya dengan menaati protokol kesehatan dan jangan terlalu mobilitasnya tinggi,” ungkapnya.

    Naiknya kasus aktif saat ini, menurut Menkes dikarenakan dampak liburan panjang akhir tahun lalu. Pemerintah menghitung, adanya kenaikan hingga 40 persen kasus Covid setiap selesai masa liburan.

    “Saat libur jangan terlalu tinggi mobilitasnya, karena setiap liburan, data menunjukkan terjadi kenaikan kasus 40 persen. Begitu kasus aktif naik 40 persen, tempat tidur naik 30 persen dan ICU naik 5 persen. Cara menurunkan, ya kurangi mobilitas agar kasus tidak naik dan nakes di rumah sakit tidak terlalu berat bebannya melayani kita,” sambung dia.

    Di DIY sendiri, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan pihaknya sudah melakukan penambahan kapasitas bed setelah terjadi kenaikan kasus aktif. Saat ini jumlah bed non kritikal DIY menjadi 798 dan kritikal 80 unit.

    “Namun penggunaan untuk bed ICU berkisar 70 persen dan non kritikal masih 80 persen. Kami berharap warga bisa terus menjalankan protokol kesehatan agar kasusnya bisa turun. Kami juga sudah melakukan berbagai upaya, mengawal masyarakat menerapkan protokol kesehatan,” tandas Pembajun. (kr)



    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru