-->
  • Jelajahi

    Copyright © HarianUmmat.com | BERITA ISLAM INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Menu Bawah

    Membangun Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Tanpa Hukuman, Mungkinkah?

    HarianUmmat.com
    25 Desember 2020, 07:26 WIB Last Updated 2020-12-25T00:26:34Z
    Membangun Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Tanpa Hukuman, Mungkinkah?

    Tulisannya kali ini saya awali dari cerita saya saat tinggal di lingkungan pesantren, menampung santri/wati yang tergolong masih anak2 ...

    Saat sedang berjalan-jalan, tak sengaja menyaksikan kegiatan proses KBM di pesantren tersebut ..... tapi perhatianku tertuju pada beberapa anakanak yang ada di sebelah sudut pesantren ..... mereka sedang berbaris rapi dengan diawasi oleh seorang ustadz muda ......

    Saya bertanya-tanya, ada apa ya ....kok ngak biasanya dan tidak sebagaimana santri lainnya ? Pikirku dalam hati ......

    Selidik punya selidik, ternyata santri-santri yang notabene masih anak-anak tersebut,  ternyata sedang mendapatkan hukuman .......

    Menyaksikan pandangan sebagaimana cerita diatas, aku bertanya-tanya dalam hati ......Kenapa harus dihukum ? ........ Apa tidak bisa jika mendisiplan anak-anak tanpa hukuman ? ......

    Ya, mungkin hukuman seakan-akan sudah menjadi pemandangan yang biasa di pesantren tersebut  ....sebab hukuman adalah bagian dari upaya  mendisiplinkan anak untuk taat dan patuh .....

    Yang jadi pertanyaan, apakah pas jika berbagai hukuman diberikan pada para santri/wati yang masih butuh nasehat, tauladhan, petuah dll ?

    Jangan sampai hukuman menjadi cara singkat kita untuk mendisiplinkan santri/wati ....... Jangan sampai hukuman sebagai alasan kita untuk tidak mau direpotkan oleh ulah santri/wati .....

    Hukuman bukan tidak penting, tetapi menempatkan hukuman pada orang/waktu yang tepat jauh lebih penting ...... 

    NASEHAT DAN TAULADHAN adalah kekuatannya 

    Maka, KH mencoba melakukan pendekatan yang berbeda pada para santri/wati .....yakni mengedepankan NASEHAT dan PROSES KESADARAN yang terus menerus sampai mereka timbul kesadarannya sendiri .......

    Santri/wati KH sedang berproses untuk mandiri dan menjadi dewasa, kita ingin santri/wati bisa dewasa dan mandiri karena NASEHAT dan PETUAH ......Bukan karena banyaknya hukuman dan aturan ........

    Apakah selama ini ada yang melanggar ? Kalau melanggar, tidak disiplin dll banyak sekali .....nama nya juga sedang belajar ...

    Biasanya saya ada agenda khusus ketemu santri/wati (Setiap jum'at malam), sengaja Jum'at malam adalah waktu khusus yang tidak boleh digantikan oleh lainnya ..... Berbagi masalah dan keluhan disampaikan di forum ini. 

    Termasuk piket harian pun saya pantau .....saya biasa bertanya : "Ada yang tidak piket dalam pekan ini ? Mereka menantiasa menjawab : Ada 

    Kemudian saya nasehatkan bagi yang rajin piket ......sesungguhnya rajin mu adalah untuk dirimu sendiri ......dan bagi yang tidak piket ........saya senantiasa sampaikan : "Sampai kapan kamu akan seperti ini ? .... Rajin mu senantiasa ku nantikan .....

    Yuk, jalani rutinitas kita dengan baik ....

    Lambat namun pasti santri/wati mulai berubah ......perubahan tanpa hukuman .....berubah tanpa banyak aturan .....

    Berubah atas dasar kesadaran hasilnya tentu akan jauh lebih hebat ......dan akan mampu menjadi karakter dasar anak .....

    Memang tidak mudah membangun sistem pembinaan pesantren tanpa hukuman ......tapi bukan berati tidak bisa dilakukan .....

    Wallahu 'alam bishowab

    Partner Sindikasi Konten:  MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" (KH PUTRA) & (KH PUTRI) 
    0823 2474 5151 (WA)

    Diterbitkan: HarianUmmat.com
    Editor: Aisha Syifa

    YUK BANTU SHARE ......
    MASIH ADA KUOTA SANTRI KH (PUTRA) & (PUTRI) Lulusan SD/MI 


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru