HARIAN UMMAT -- Bandar Lampung – Tokoh pemuda Bandar Lampung, H. Gartonando Garaika, SH., SE., MM., atau yang akrab disapa Bang Gatro, mengajak generasi muda menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momen berhenti sejenak, bercermin, dan menata ulang arah hidup di tengah derasnya arus zaman.
Menurut Bang Gatro, anak muda hari ini hidup di era cepat—cepat informasi, cepat tren, cepat ambisi. Namun, sering kali kehilangan satu hal paling mendasar: arah dan makna hidup.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita bahwa sehebat apa pun langkah manusia di bumi, ia tetap butuh koneksi dengan langit. Shalat adalah pengingat agar anak muda tidak tersesat oleh gemerlap dunia,” ujarnya.
Ia menilai, banyak persoalan pemuda hari ini berakar dari rapuhnya pondasi spiritual—mudah lelah, mudah marah, mudah putus asa, dan gampang kehilangan tujuan. Karena itu, Isra Mi’raj menjadi pesan kuat agar generasi muda kembali memperkuat iman sekaligus karakter.
“Pemuda yang kuat bukan hanya yang pintar dan berani, tapi yang punya integritas, disiplin, dan kepedulian sosial. Dari shalat yang terjaga, lahir mental pejuang dan akhlak yang membumi,” tegas Bang Gatro.
Lebih jauh, ia mengajak anak muda untuk tidak alergi terhadap nilai agama dan tidak merasa malu menjadi pribadi yang beriman di tengah lingkungan yang kerap mengukur sukses dari materi semata.
“Menjadi pemuda beriman itu bukan kuno. Justru itu yang membuat kita tahan banting, tidak mudah goyah, dan tetap waras menghadapi tekanan hidup,” katanya.
Bang Gatro juga menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan—hadir di tengah masyarakat, peka terhadap persoalan sosial, serta berani mengambil peran positif bagi lingkungan sekitar.
“Pemuda adalah energi zaman. Jika energinya diarahkan pada kebaikan, maka perubahan besar akan lahir. Isra Mi’raj adalah alarm agar energi itu tidak salah jalan,” tambahnya.
Menutup pesannya, Bang Gatro berharap peringatan Isra Mi’raj mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya sibuk mengejar mimpi pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian untuk membangun umat, bangsa, dan daerah.
“Jangan hanya ingin naik derajat di dunia, tapi juga naik kualitas sebagai manusia. Itulah pesan Isra Mi’raj untuk pemuda,” pungkasnya.

