HU-LAMPUNG Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung mengajak IKM/UMKM Maju dan Naik Level di Era Digital Lewat Pemanfaatan Teknologi AI
Upaya mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui webinar bertajuk “IKM/UMKM Lampung Maju: Naik Kelas dengan AI Strategi Konten, Visual, dan Branding IKM/UMKM di Era Digital Tanpa Tim Besar.”
Kegiatan (9/3) ini diselenggarakan oleh Mitme Community berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung serta NgontenpakeAI.id, dan diikuti oleh para pelaku usaha, komunitas bisnis, serta masyarakat yang ingin memahami pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Mohammad Zimmi Skil, S.E., M.M., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya webinar ini. Di era saat ini, tanpa adanya kolaborasi, sinergi, dukungan, serta pemanfaatan kemajuan teknologi, akan semakin sulit bagi kita untuk berkembang dan berkompetisi,” ujarnya.
Menurut Zimmi, perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong kemajuan pelaku usaha, khususnya sektor IKM dan UMKM.
Ia menjelaskan bahwa teknologi AI dapat membantu pelaku usaha dalam berbagai aspek, termasuk dalam mempromosikan produk secara lebih efektif melalui platform digital. Dengan memanfaatkan teknologi AI secara bijak, pelaku usaha juga dapat membuat visual foto produk yang lebih menarik dengan cara yang mudah, praktis, bahkan gratis, sehingga mampu meningkatkan kualitas promosi di media sosial maupun marketplace.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tersebut tetap dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab agar tidak disalahgunakan. Menurutnya, UMKM merupakan pelaku usaha yang tangguh sekaligus tulang punggung perekonomian, sehingga perlu terus didukung melalui berbagai program penguatan kapasitas dan pemanfaatan teknologi digital.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, menyampaikan materi pembuka yang menekankan pentingnya transformasi digital serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing di era ekonomi digital.
Menurutnya, UMKM merupakan fondasi utama perekonomian nasional. Saat ini terdapat sekitar 64,2 juta unit usaha UMKM di Indonesia yang menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional serta berkontribusi sekitar 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Meski demikian, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya literasi digital yang belum merata, keterbatasan akses pembiayaan, biaya logistik yang tinggi, serta akses pasar yang masih terbatas. Selain itu, persaingan di pasar digital juga semakin ketat seiring meningkatnya produk impor di berbagai platform e-commerce.
Tiar menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas UMKM. Saat ini baru sekitar 32 persen UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital secara optimal, sehingga masih terdapat peluang besar untuk mempercepat digitalisasi sektor ini.
Transformasi UMKM juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam program prioritas Presiden yang mendorong penguatan ekonomi domestik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi.
Pemerintah juga terus mendorong berbagai program strategis yang membuka peluang bagi UMKM, seperti penguatan literasi digital dan AI, hilirisasi industri pangan, serta program Makan Bergizi Gratis yang membuka ruang keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri nasional.
Dalam berbagai pelatihan pemanfaatan AI bagi UMKM yang telah dilaksanakan, ribuan pelaku usaha telah mendapatkan manfaat langsung. Program tersebut berhasil menjangkau lebih dari 3.500 UMKM, menciptakan ribuan peluang kerja baru, serta mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran dan produksi.
Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta pelatihan merasakan manfaat nyata, seperti kemudahan dalam promosi usaha, peningkatan kualitas materi pemasaran, hingga kenaikan penjualan setelah memanfaatkan teknologi AI.
Tiar menegaskan bahwa agar mampu berkembang di era digital, pelaku UMKM perlu fokus pada beberapa strategi utama, antara lain membangun branding produk yang kuat, memanfaatkan platform digital seperti marketplace dan media sosial, serta aktif mengikuti pelatihan dan kolaborasi dalam ekosistem digital.
“Di era digital saat ini, peluang tidak hanya dimiliki oleh usaha besar, tetapi juga oleh mereka yang berani belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan teknologi,” ujar Tiar.
Sementara itu, materi utama dalam webinar ini disampaikan oleh Hermansyah Romadhona, Founder NgontenpakeAI.id sekaligus mentor digitalisasi UMKM berbasis AI. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai strategi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pelaku UMKM dalam menyusun strategi konten, membuat visual promosi dan foto produk yang menarik, hingga memperkuat branding usaha di berbagai platform digital.
Dalam sesi tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga langsung diajak praktik menggunakan AI untuk membuat berbagai kebutuhan promosi usaha, mulai dari pembuatan visual foto produk, desain logo, penulisan caption pemasaran, hingga mencari ide konten media sosial.
Hermansyah juga memperkenalkan beberapa tools AI yang powerful yang dapat digunakan secara gratis, praktis, dan mudah dipelajari oleh pelaku UMKM. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai tools atau asisten digital yang siap membantu berbagai kebutuhan bisnis kapan saja, bahkan selama 24 jam.
Dengan bantuan teknologi ini, pelaku UMKM dapat menghasilkan konten pemasaran yang lebih profesional, menarik perhatian pelanggan, serta mampu meningkatkan nilai jual produk. Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat, UMKM dapat bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih inovatif dalam menjalankan berbagai aktivitas bisnis, mulai dari pembuatan ide konten, desain visual promosi, hingga pengembangan strategi pemasaran digital.
Harapannya, semakin banyak pelaku usaha yang terdorong untuk melakukan transformasi digital, berani memanfaatkan teknologi baru, serta mampu meningkatkan daya saing usahanya di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.
Satu pesan penting dari kegiatan ini adalah bahwa teknologi tidak hadir untuk menggantikan manusia, melainkan untuk membantu manusia bekerja lebih cerdas, lebih produktif, dan lebih kreatif.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, serta pemanfaatan teknologi, diharapkan IKM dan UMKM Indonesia dapat terus maju dan berkembang, naik kelas, serta mampu bersaing di pasar digital yang semakin luas.




