HARIAN UMMAT — Dari jantung Kalimantan Tengah, denyut pengabdian itu kembali diperteguh. Musyawarah Nasional (Munas) IX Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat bukan sekadar agenda organisasi, melainkan peristiwa kebangsaan yang menegaskan kembali jati diri RAPI sebagai simpul komunikasi rakyat di tengah zaman yang terus berubah.
Mengusung tema sarat makna, “Marunting Batu Aji, RAPI Melaju dengan Integritas dan Kebersamaan”, Munas IX RAPI menjadi penanda tekad kolektif untuk menjaga nilai kejujuran, persatuan, dan pengabdian tanpa pamrih—nilai yang sejak lama melekat dalam perjalanan organisasi komunikasi kerakyatan ini.
Ketua RAPI Provinsi Lampung, Dr. (Can) Edo Saputra Wijaya, SH., MH., menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Munas IX RAPI 2026. Tokoh yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Selatan ini menilai Munas RAPI sebagai ruang strategis untuk merajut kembali semangat persaudaraan nasional.
“RAPI bukan sekadar jaringan radio. Ia adalah denyut komunikasi rakyat, yang hadir ketika negara dan masyarakat membutuhkan kehadiran nyata—terutama saat bencana, krisis, dan keterbatasan infrastruktur komunikasi modern,” ujar Edo dengan penuh penekanan.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, lanjut Edo, RAPI tetap berdiri kokoh sebagai penjaga komunikasi alternatif yang terbukti tangguh. Saat sinyal terputus dan teknologi lumpuh, RAPI hadir sebagai harapan, menjembatani informasi dan keselamatan umat serta bangsa.
Tema Munas IX RAPI disebut Edo sebagai cerminan nilai luhur bangsa Indonesia. Marunting Batu Aji dimaknai sebagai proses menajamkan diri—menjadi kuat tanpa melukai, kokoh tanpa kehilangan kebersamaan.
“Integritas adalah napas organisasi, sementara kebersamaan adalah kekuatannya. Tanpa keduanya, RAPI akan kehilangan ruh pengabdiannya,” tegasnya.
Ia berharap Munas IX RAPI mampu melahirkan keputusan-keputusan visioner yang memperkuat peran RAPI sebagai mitra strategis pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat luas, sekaligus memperkuat persatuan nasional dari daerah hingga pusat.
Di akhir pernyataannya, Edo menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan tuan rumah Munas IX RAPI di Kotawaringin Barat yang telah menunjukkan semangat gotong royong dan kearifan lokal dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
“Semoga Munas ini menjadi tonggak kebangkitan RAPI Indonesia—semakin berintegritas, semakin solid, dan semakin bermanfaat bagi umat, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya.


