Mohon Doa Restu: Jual Properti Untuk Rintis Bangun Ponpes Yatim Piatu
HARIAN UMMAT-BANDARLAMPUNG Nawaitu membangun Pondok Pesantren (Ponpes) Yatim Piatu Tahfidz Qur'an "BAROKATULLAH" for the Next TaQwapreneur di Kota Bandarlampung, masih terus menyala di dada Mas BBM (Budiono Bakti Masyarakat), Chief Executive Officer (CEO) Media Nasional Pencerah HARIAN UMMAT.
Di kediamannya di Sentra Pendongkrak iMun "GUBUKA BAHAGiiA" di Kampoeng Wisata SERBAJADI, Mas BBM yang juga Alumni Santri Pondok Pesantren HIDAYATULLAH (5 tahun) di Jember, Malang dan Ngawi-Jawa Timur ini mengungkapkan; semangatnya mewujudkan niatnya membangun Ponpes Yatim Piatu Tahfidz Qur'an "BAROKATULLAH" terus berkobar, tanpa mengenal kata surut, apalagi padam.
Mas BBM mengakui, kendalanya karena terbentur dana rintisan pembangunan ponpes, sehingga terkesan stagnan.
Karena itu, Mas BBM berniat menjual properti tanah miliknya (Status: SHM an Budiono) di Vila "Kecapi Mas" (View Laut) Blok B63-B64 Luas Tanah: 442 M2 Kota Bandarlampung dengan harga Murce (Murah Cekali) dibawah rata-rata harga pasaran terkini.
Mas BBM sekaligus memohon Doa Restu dan mempersilahkan bagi Masyarakat Umum, terutama para Dermawan dan Aghniya dapat menghubungi nomor WhatsApp nya: 085758670886
"Untuk merintis pembangunan ponpes kan perlu payung hukum, regulasi membuat payung hukum Akta Notaris hingga Kementerian Hukum HAM, serta Kemensos, juga membuat website dan lain-lain kan semua perlu dana. Belum lagi persyaratan regulasi dari pihak Donatur atau Lembaga Donasi kita sebagai perintis kan perlu juga ada dana pendamping 25% yang dibuktikan dengan Saldo Buku Rekening Bank iya kan? Namun yakinlah; ALLAAHU menjadikan semua urusan jadi mudah selagi kita niat lurus dan ikhlas, keikhlasan tak kan pernah sia-sia, ROBBI YASSIR WA LAA TU'ASSIR..! MAN JADDA WAJADA..!!!" ujar Mas BBM.
Mas BBM meyakinkan misi visinya membangun Ponpes Yatim Piatu Tahfidz Qur'an "BAROKATULLAH" dalam rangka mencetak generasi TAQWAPRENEUR, sebagai Pengusaha BERTAQWA
"Kita ingin membangun generasi TAQWAPRENEUR sebagaimana mencetak Abu Bakar baru, Ustman bin Affan baru, dan Abdurrahman bin Auf baru. Sehingga Santri alumni ponpes kita, ketika kembali ke kampung halamannya masing-masing bisa langsung tahu ingin membangun usaha apa di kampungnya. Sebagaimana Abdurahman bin Auf saat hijrah di Madinah hanya meminta dituntukkan saja dimana Pasar?" harap Mas BBM.



