Ratusan ASN “Geruduk” Masjid Nurul Ulum, Bukan Demo, Melainkan Gerakan Merawat Rumah Allah
HARIAN UMMAT | BANDAR LAMPUNG — Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) gabungan Biro Umum dan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Lampung ramai-ramai mendatangi masjid Nurul Ulum Islamic Center, Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa pagi (1/9/2026).
Namun, kedatangan mereka bukan untuk berdemo, menyampaikan aspirasi, apalagi melakukan aksi unjuk rasa.
Mereka datang membawa sapu, alat pel, ember dan berbagai perlengkapan kebersihan lainnya. Kedatangan tersebut merupakan bagian dari gerakan bersih atau korve, sebagai bentuk kepedulian untuk merawat dan menjaga kebersihan Masjid Nurul Ulum.
Sejak pukul 07.45 WIB, ratusan ASN telah berkumpul di halaman masjid. Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin Kepala Biro Umum Setda Provinsi Lampung, M. Yuliardi, S.STP., M.Si.
Dalam arahannya, Yuliardi mengajak seluruh ASN untuk memaknai kegiatan tersebut tidak sebatas sebagai aktivitas kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian dan ibadah.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Muhammad ayat 7:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa menolong agama Allah tidak selalu harus dilakukan melalui perkara-perkara besar. Kebaikan juga dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana yang dilakukan dengan keikhlasan.
Salah satunya adalah merawat dan menjaga kebersihan rumah Allah, yakni masjid.
Yuliardi juga mengajak para ASN agar kegiatan korve tersebut dilakukan dengan niat ibadah.
“Selain menjalankan tugas kita, mari kegiatan korve ini kita niatkan untuk beribadah. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan menjadi amal kebaikan dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.
Usai apel, para ASN langsung bergerak membersihkan berbagai bagian masjid. Mulai dari halaman, tempat wudhu, kamar mandi dan WC, bagian dalam masjid, hingga mengepel lantai serta sejumlah bagian lainnya.
Tidak ada sekat antara mereka yang sehari-hari bekerja di balik meja, ruang pelayanan maupun ruang rapat. Semuanya turun bersama, bergotong royong membersihkan rumah Allah.
Di balik aktivitas sederhana tersebut, tersimpan pesan tentang kebersamaan, kepedulian dan keikhlasan dalam mengabdi.
Sebab, pengabdian tidak selalu harus hadir melalui sesuatu yang besar dan terlihat megah. Kadang, pengabdian justru lahir dari hal-hal sederhana—tangan yang memegang sapu, lantai yang dipel, halaman yang dibersihkan, atau tenaga yang diberikan agar orang lain dapat beribadah dengan lebih nyaman.
Merawat rumah Allah bukan sekadar tentang menjaga kebersihan masjid. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik dan keikhlasan dapat bernilai ibadah.
Karena pada akhirnya, yang membuat sebuah pengabdian bernilai bukan seberapa besar pekerjaan yang dilakukan, melainkan seberapa tulus niat di baliknya.
