BREAKING NEWS

Tak Hanya Infrastruktur, Bang Gatro Juga Beri Perhatian pada UMKM Lampung


HARIAN UMMAT | BANDAR LAMPUNG – Di tengah riuh pembangunan dan berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, nama Gatronado Garaika, S.H., S.E., M.M., atau yang akrab disapa Bang Gatro, belakangan mencuri perhatian.

Bukan semata karena sosoknya, melainkan karena sederet aktivitas sosial yang disebut menyentuh langsung kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Provinsi Lampung.

Jejak kegiatan tersebut mencuat melalui unggahan akun media sosial bang_gatro_center. Dalam unggahan itu, Bang Gatro disebut aktif membantu masyarakat, mulai dari persoalan infrastruktur hingga memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Yang menarik perhatian, unggahan tersebut menyebut adanya perbaikan dan penerangan 48 ruas jalan serta satu jembatan yang tersebar di enam kabupaten/kota di Lampung.

Wilayah yang disebut antara lain Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, dan Lampung Selatan.

Bila informasi tersebut benar dan dapat dikonfirmasi, angka itu tentu bukan perkara kecil. Sebab, jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat—menjadi jalur bagi anak-anak menuju sekolah, petani membawa hasil bumi, pedagang menjalankan usaha, hingga masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bukan Sekadar Jalan, Tetapi Akses Kehidupan

Dalam unggahan tersebut juga ditegaskan bahwa kegiatan itu diklaim menggunakan dana pribadi, bukan berasal dari APBD, anggaran negara, dana pokok pikiran (pokir), maupun dana aspirasi.

“Dengan dana pribadi (bukan APBD/anggaran negara/dana pokir/dana aspirasi),” demikian keterangan yang tercantum dalam unggahan tersebut.

Klaim inilah yang kemudian menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian publik.

Pasalnya, ketika sebagian persoalan infrastruktur masyarakat masih menunggu perhatian pemerintah, muncul inisiatif sosial dari pihak nonpemerintah yang disebut mengambil bagian secara langsung.

Namun demikian, seluruh angka, lokasi, bentuk kegiatan, maupun sumber pendanaan tersebut masih merupakan informasi yang disampaikan melalui akun media sosial bang_gatro_center dan belum diverifikasi secara independen oleh redaksi.

Dari Infrastruktur Berlanjut ke UMKM

Kepedulian yang ditampilkan Bang Gatro dalam unggahan tersebut rupanya tidak berhenti pada persoalan jalan dan jembatan.

Ia juga disebut membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan lintas agama.

Pendekatan tersebut memperlihatkan dimensi lain dari aktivitas sosial. Sebab, persoalan masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan pembangunan fisik.

Ada masyarakat yang membutuhkan akses jalan. Ada pula pedagang kecil yang membutuhkan ruang untuk memperkenalkan produknya.

Untuk kelompok UMKM, Bang Gatro disebut memberikan dukungan berupa banner secara gratis kepada pelaku usaha di berbagai wilayah Lampung.

Bagi usaha kecil, sebuah banner mungkin terlihat sederhana. Namun bagi pedagang yang sedang berjuang mempertahankan usahanya, sarana promosi tersebut dapat menjadi bagian penting untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.

Di titik inilah kegiatan sosial tersebut bersentuhan langsung dengan denyut ekonomi masyarakat kecil.

Pesan Sederhana, Dekat dengan Kehidupan

Hal lain yang turut menjadi bagian dari komunikasi Bang Gatro dengan masyarakat adalah pesan-pesan sederhana mengenai kehidupan sehari-hari.

Mulai dari mengingatkan masyarakat agar berhati-hati di jalan, menjaga keselamatan dalam berkendara, menyampaikan salam kepada keluarga, hingga pesan agar tidak lupa membawa kunci kendaraan.

Pesannya sederhana.

Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat komunikasi sosial terasa lebih dekat. Tidak melulu berbicara tentang proyek, angka, atau pembangunan, tetapi juga menyentuh kebiasaan kecil yang berkaitan dengan keselamatan dan keluarga.

Dalam unggahan tersebut, rangkaian aktivitas Bang Gatro kemudian dirangkum dengan sebuah kalimat yang cukup kuat:

“BUKTI NYATA TANPA JANJI-JANJI.”

Kalimat itu menjadi penutup sekaligus penegasan atas narasi yang dibangun akun tersebut mengenai berbagai kegiatan sosial Bang Gatro.

Publik Menunggu Konsistensi

Aktivitas sosial seorang tokoh tentu tidak cukup dinilai dari satu atau dua kegiatan.

Publik pada akhirnya akan melihat seberapa jauh kepedulian tersebut mampu berlangsung secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jika berbagai kegiatan yang disebutkan tersebut dapat dikonfirmasi, maka kiprah Bang Gatro menjadi salah satu contoh bagaimana kepedulian personal dapat mengambil ruang dalam persoalan sosial masyarakat.

Terlebih Lampung memiliki wilayah yang luas dengan karakter masyarakat yang beragam. Persoalan infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan hubungan sosial membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Di sisi lain, transparansi tetap menjadi hal penting.

Karena itu, berbagai klaim mengenai 48 ruas jalan, satu jembatan, enam kabupaten/kota, serta penggunaan dana pribadi sebagaimana disebut dalam unggahan media sosial tersebut masih perlu dikonfirmasi secara langsung kepada Gatronado Garaika maupun pihak-pihak terkait.

Satu hal yang jelas, perhatian publik kini mulai tertuju pada sosok Bang Gatro dan jejak kegiatan sosial yang dikaitkan dengannya.

Sebab bagi masyarakat, pada akhirnya bukan sekadar siapa yang berbicara tentang kepedulian yang menjadi ukuran.

Melainkan siapa yang benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan.