-->
  • Jelajahi

    Copyright © HarianUmmat.com | BERITA ISLAM INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Nusa Penida, Begini Kondisi Terkini

    HarianUmmat.com
    , Senin, Desember 13, 2021 WIB Last Updated 2021-12-13T16:30:12Z
     

    HARIAN UMMAT ■ Hujan lebat mengguyur wilayah Nusa Penida sejak Minggu malam mengakibatkan terjadinya banjir bandang di sejumlah wilayah di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Senin (13/12) dini hari.

    Banjir mulai menerjang pemukiman warga sekitar pukul 02.00 Wita dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Kendaraan maupun barang berharga lainnya yang sempat terbawa air bah bercampur lumpur. Akses jalan dan pemukiman rumah warga saat ini juga dipenuhi lumpur dan material. Fasilitas umum, seperti jembatan di barat Pura Dalem Ped jebol, jalan di Dusun Ponjok Desa Kutampi jebol dan Jalan Pendem -Klumpu.

    Bupati Suwirta dalam pantauannya langsung mengerahkan Alat berat, mobil truck yang dikirim dari klungkung daratan untuk mengangkut material banjir. Dengan pelajaran ini tentu menjadi perhatian serius untuk di normalisasi kembali sungai yang ada. 

    "Yang saya kawatirkan kalau hujan lagi situasi masih tersumbat banjar akan terjadi lagi. Ini sebagai peringatan bagi kita semua. Kelestarian alam, pendahulu kita dulu sudah membuat teras sering mari kita jaga. Mari jaga alam kita ini," ujar Bupati Suwirta

    Titik pertama yang dipantau yakni di wilayah Dusun Karang Sari, Desa Suana di depan Pura Goa Giri Putri, ke barat masuk ke Ped, sampai ke Cristal Bay. 

    "Kita harus tetap waspada, pemerintah juga waspada melihat situasi ini, pembangunan di nusa penida sangat menggeliat, populasi masyarat juga yang banyak pulang, harus menjadi perhatian serius kita," imbuhnya.

    Camat Nusa Penida, I Komang Widyasa Putra mengatakan, ada empat desa yang terkena terjangan banjir. 

    "Yakni Desa Suana, Desa Batununggul, Desa Ped, Desa Sakti, dan Kutampi," ujar Komang Widyasa Putra. 

    Banjir diakibatkan hujan lebat dengan intensitas lama dini hari tadi. Tiba-tiba air disertai material lumpur, batu dan kayu dari arah perbukitan menerjang desa. (klk/yande)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU